MAIN KARTU

Dapat hukuman yang kalah buka baju,langsung bagi buah.

SENIOR HIMAJA

Tim 9 Himaja.

KEGIATAN MAKRAB

Suka tidak suka,mau tidak mau kita harus mandi bersama.

Jumaat, 3 Mei 2013

ALSINTAN


TUGAS
MAKALAH

“Alat Mekanisasi Pertanian Mesin Pembibitan Padi Sawah di Desa Pematang Pauh, Kecamatan Sungai Tenang, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi

MATA KULIAH : ALSINTAN










Oleh :
Nama
Dodi Sartono
Nirm
04.1.10.0531
TK
III.B














PROGRAM STUDY JURUSAN PENYULUH PERTANIAN
SEKOLAH TINGGI PENYULUHAN PERTANIAN
BOGOR 2013


KATA PENGANTAR


Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan karunia-Nyalah penulis dapat menyelesaikan Makalah ini dengan baik
Penyusunan Makalah ini bertujuan untuk Mahasiswa memenuhi tugas mata kuliah Alsintan semster VI tahun ajaran 2013/2014 di Stpp Bogor.  Makalah ini dapat tersusun tidak lepas dari  bimbingan  berbagai pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada :
Semua pihak yang telah banyak membantu dalam menyelesaikan Makalah ini   Penulis menyadari sepenuhnya, bahwa Makalah ini masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan. Untuk itu, saran dan kritik yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi penyempurnaan Makalah ini.


Bogor,   Februari  2013


Penulis

























                                                          I. PENDAHULUAN



A.      Latar Belakang

    Budidaya tanaman padi saat ini mendapatkan perhatian yang sangat intensif. Hal ini di karenakan kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap padi dalam kehidupan sehari – hari sangatlah tinggi, mengingat bahwa nasi adalah makanan pokok sebagian besar masyarakat Indonesai.
            Dengan hal tersebut diatas maka ini menjadi tugas yang besar bagi para petani untuk dapat meningkatkan hasil produksi tanaman padi, agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
      Hal – hal yang dapat dlakukan salah satunya adalah dengan meningkatkan kualitas alat – alat produksi pertanian (alsintan) yang digunakan selama proses budidaya tersebut berlangsung sehinga dapat mengefisiensi waktu, tenaga dan biaya yang dikeluarkan oleh petani, serta dapat meningkatkan hasil produksi.
     Oleh karena alasan diatas, maka pembelajaran tentang alat produksi pertanian (alsintan) perlu dilakukan, agar penggunaannya dapat segera diterapkan dengan baik, sehingga tujuan peningkatan kualitas dan kuantitas hasil panen dapat tercapai.

B.       Tujuan

1.    Untuk Mahasiswa mengetahui alsintan padi
2.    Mahasiswa mengetahui jenis-jenis alat dan mesin pertanian
3.    Untuk Mahasiswa memahami penggunaan alsintan padi

C.  Manfaat

1.    Dapat mengetahui alsintan padi
2.    Dapat memaham penggunaan alsintan padi





                                              II.       BAB


A.      Mesin Pembibitan Padi

Kegiatan penanaman bibit memerlukan sekitar 25% dari seluruh kebutuhan tenaga kerja budi daya padi.  Pada musim tanam dan penjadwalan air pun sangat memerlukan tenaga kerja yang lebih besar lagi. Untuk mengatasi keterbatasan tenaga kerja, alat dan mesin dapat membantu petani melaksanakan kegiatan penyediaan dan penanaman bibit tepat waktu.

B.       Apa yang dimaksud dengan mesin pembibitan padi

Satu unit mesin yang terintegrasi, terdiri atas:
1.    Mesin perendam dan pemeram benih;
2.    Penghalus tanah (Hammer Mill);
3.    Feeding Elevator;
4.    Mesin Penabur tanah dan benih;
5.    Kotak persemaian atau dapok; dan
6.    Rak pemeliharaan persemaian.
Mesin Hammer Mill, Feeding elevator dan mesin penabur tanah dan benih disusun sejajar sedemikian rupa sehingga proses penyiapan tanah sampai pemeliharaan benih berlangsung secara continu. Agar dapat bekerja secara terintegrasi.

C.      Apa keunggulan mesin pembibitan padi

Keunggulan unit pembibitan ini dibanding dengan cara konvensional
adalah :
1.    Persemaian dapat dipelihara di lahan kering di luar areal tanam/sawah dengan penyiraman (hemat   lahan/air)
2.    Mengurangi risiko kegagalan karena banjir di lahan sawah
3.    Mengurangi risiko serangan hama dan penyakit
4.    Pengendalian pertumbuhan lebih mudah
5.    Pertumbuhan bibit lebih cepat
6.    Dapat mengikuti jadwal air/percepatan musimtanam
7.    Unit pembibitan ini menghasilkan bibit dengan kualitas

D.   Spesifikasi teknis satu unit mesin pembibitan ini adalah sebagai berikut:


  1.  Kapasitas    : 100 kotak/jam
  2.  Penggerak   : motor listrik 1/2. HP/1.450 rpm
  3.  Komponen :  Kotak penampung tanah dasar Kotak penampung benih Kotak penampung tanah penutup Ban berjalan (Belt Conveyor)
  4. Mekanisme kerja : menggunakan roll penakar
  5. Sistem penjatuhan tanah: Diameter roll penakar 90 mm  Putaran 22,4 rpm, pada ketebalan tanah 2 cm (2 kg/kotak bibit)
  6. Sistem penjatuhan benih: Diameter roll penakar 90 mm Putaran 35 rpm, dengan dosis benih 200 g/kotak bibit
  7. Sistem penjatuhan tanah penutup :  Diameter roll penakar 90 mm  Putaran 7,5 rpm, pada ketebalan tanah 0,50 cm (500 g/kotak)

A.   CARA PENGGUNA

Mesin perendam dan pemeram benih, berfungsi sebagai alat sortasi benih dan tempat untuk merendam benih selama 24 jam serta memeram selama 12 jam. Mesin ini terdiri atas drum tahan karat/ plastik dan pompa tahan karat. Kapasitas 100 kg benih dengan penggerak pompa air dengan daya 150 watt debit 40 liter/menit.

   Gunakan benih bersertifikat

 b.      Posisikan mesin dalam keadaan “on” agar dapat memompa air ke dalam drum.
 c.  Air ditambah garam sedikit demi sedikit, sehingga dengan berat jenis larutan 1,1 – 1,13 yang dideteksi dengan mencelupkan telur ayam kedalam larutan sampai mengapung.
 d.      Benih dituang ke dalam larutan garam, dan benih yang mengapung dibuang.
 e.       Benih yang tenggelam dicuci dengan air sampai bersih.
 f.       Selanjutnya benih direndam dengan air bersih di dalam salah satu drum perendam selama 24 jam kemudian air dibuang dan benih diperam selama 12 jam.
 g.      Setelah diperam benih dianginanginkan, diratakan di alas koran atau plastik.
 h.      Benih siap digunakan dan dimasukkan kedalam hopper/penampung mesin penakar benih.
2. Penghalus tanah, berfungsi untuk menghancurkan bongkah tanah menjadi partikel tanah yang berukuran maksimum 3 mm. Kapasitas alat ini sebesar 600 kg/jam, penggerak motor listrik 1 Hp/ 1450 rpm. Saringan lubang pengeluaran berukuran 3 mm. Cara pengoperasian alat :
a.    Tanah diambil dari tanah sawah lapisan olah (kurang lebih 15 cm) dan dijemur sampai kering.
b.   Setelah kering, tanah dihaluskan dengan mesin penghalus dengan cara memasukkannya ke dalam penampung dan mesin dihidupkan.
c.   Mesin penggiling dilengkapi dengan saringan atau ayakan untuk memperoleh partikel tanah   halus 2-3 mm.
d.   Bila diperlukan tanah yang sudah halus tersebut dicampur pupuk sebanyak 10 gram/3 kg tanah.
e.     Tanah yang halus kemudian di angkut dengan Feeding Elevator lalu dituang ke dalam corong penampung penabur tanah.
f.     Peletakan dan penempatan unit-unit mesin Hammer Mill, Feeding Elevator dan alat penabur tanah dan benih disusun sejajar satu dengan yang lain.

3.    Feeding Elevator, adalah alat pengangkut tanah ke penampung tanah yang akan dituangkan/ditakar ke mesin penabur tanah dan benih. Mesin berkapasitas 300 kg/jam digerakkan oleh motor listrik 0,5 Hp/1450 rpm. Cara pengoperasian alat:
a.    Aliran daya listrik dihubungkan.
b.    Setelah mesin berjalan, tanah halus dari mesin penghalus di masukkan ke dalam penampung tanah pada Feeding Elevator.
c.   
Elevator mengangkut tanah dan menuangkan ke dalam penampung tanah pada penabur tanah untuk ditakar/dituang ke kotak bibit

4.    Mesin penabur tanah dan benih, merupakan mesinangkut/pembawa kotak bibit dan penuang serta penakar tanah dan benih untuk diisikan ke dalam kotak bibit. Kapasitas mesin sebesar 100 kotak/ jam dengan penggerak motor listrik ½ HP/1.450rpm. Terdiri atas komponen-komponen :
a.       Conveyor Belt : Berfungsi sebagai alat angkut/ pembawa kotak bibit yang akan diisi tanah dan benih. Bergerak dengan kecepatan tertentu sehingga kotak berisi tanah dan benih sesuai dengan jumlah yang diinginkan.
b.     
Penuang dan penakar tanah dasar : Berfungsi menakar dan menuangkan tanah ke dalam kotak bibit sesuai jumlah yang di inginkan dengan hasil taburan yang seragam dan merata. Mekanisme kerja mesin:menggunakan roll penakar. Sistem penjatuhan tanah dasar: - diameter roll penakar 90 mm, putaran 22,4 rpm, pada ketebalan tanah 2 cm (2kg/kotak bibit).
5.    Kotak persemaian atau dapok, digunakan sebagai tempat pemeliharaan persemaian sistem kering untuk padi dengan ukuran/dimensi 30 cm x 60 cmx 3 cm dengan standar penanaman secara mekanis. Dapok terbuat dari bahan plastik atau PVC atau bahan lainnya dengan alas berlubang-lubang untuk drainase air.
1.    Cara operasional alat:
a.       Sebelum kotak persemaian di isi tanah dan benih, di beri alas kertas koran untuk mempermudah saat pengangkatan atau pencabutan bibit setelah siap tanam.
b.      Kotak kemudian diletakkan di atas conveyor belt untuk kemudian siap di isi dengan tanah dan benih.
6.  Rak pemeliharan persemaian, adalah tempat pemeliharaan persemaian dengan metode penyiraman yang di lengkapi dengan sprinklerot omatis (waktu penyiraman dapat di atur menggunakan timer).  Digerakkan oleh pompa berkapasitas 40 l/menit. Berupa 5 tingkat rak yang dapat menampung 100 kotak bibit.  Cara pengoperasian alat:
a.  Dapok atau kotak bibit/persemaian disusun dan diletakkan di atas rak pemeliharaan persemaian.  Pada awal persemaian setiap kotak memerlukan 1 liter air karena tanah masih kering. Selanjutnya, persemaian hanya membutuhkan 0,5liter air paling lama 1,5 menit (sesuai tekstur tanah).
b.    Sebelumnya saklar otomatis pengatur waktu(timer) diatur terlebih dahulu selama 2 menit untuk satu kali penyiraman. Lama waktu pemeliharaan persemaian adalah 15 hari.













KESIMPULAN



1.      Mesin dapat di modifikasi sesederhana mungkin atau tidak harus terdiri atas 6 mesin yang terintegrasi, mungkin hanya 2 atau 3 paket jenis mesin yang dapat di kembangkan.
2.      Bila di kombinasikan dengan mesin penanam bibit padi (Trans planter), akan meningkatkan kapasitas dan efisiensi kerja, serta mempercepat jadwal tanam.
3.      Fabrikan/pengrajin di perkenankan untuk melakukan modifikasi sepanjang tidak menyimpang dari rancangan dasar Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian tidak menjamin mutu dan performance unit mesin yang dibuat oleh fabrikan dan tidak bertanggung  jawab terhadap segala macam pengaduan dari pemilik atau petani pemakai yang dibuat oleh fabrikan.



















DAFTAR PUSTAKA


Agung Budiharto.2006.Mekanisme Kerja Mesin Penakar Tanah Dan Penebar Benih Padi Untuk Pembibitan Padi Sistem Dapog.
Teknisi Litkayasa Pelaksana pada       Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian:Tangerang.
Ananto, E.E dkk.1997.Alat Tanam Padi Tebar Langsung Tipe Drum.
Proyek Penelitian Pengembangan       Pertanian Rawa Terpadu-ISDP Badan
Penelitian dan Pengembangan Pertanian: Bogor